Thursday, February 23, 2012
News
Wajibkan PNS TOEFL 600, Gita Wirjawan Bakal Tak Punya Pegawai

detik.com - Rencana Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada 2012 yang akan mewajibkan pegawainya (PNS) harus ber-TOEFL 600 dinilai tidak wajar. Jika langkah ini benar-benar dilakukan maka menteri lulusan Universitas Harvard ini bisa-bisa tak memiliki pegawai.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago mengatakan skor TOEFL sebesar 600 itu untuk standar PNS sangat tinggi sekali. Menurutnya standar TOEFL 600 biasanya standar untuk seorang doktor atau S3.

"Kalau diterapkan bagi pegawainya, yang datang dari daerah bahkan desa, ya mana ada yang sanggup tembus standar untuk seorang doktor bergelar S3, bisa jadi Gita Wirjawan tidak punya pegawai," ujarnya kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012).

Menurut Andrinof, jika memang ingin pegawainya ber-TOEFL 600, maka bisa saja hanya untuk beberapa bagian jabatan atau posisi tertentu saja di Kementerian Perdagangan.

"Misalnya di bagian Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan staf yang berhubungan dengan pengusaha asing. pantaslah diwajibkan, kalau pegawainya tidak sanggup ya digeser saja ke bagian perdagangan dalam negeri. Atau paling tidak TOEFL 600 hanya untuk jajaran eselon I," ujarnya.

Dikatakannya untuk meningkatkan standar kualitas pegawainya, cukuplah bagi Gita Wirjawan untuk mewajibkan pegawainya memiliki TOEFL 525-550. "Kalau TOEFL 400 kan untuk anak SMA, kalau 525-550 sudah cocok lah bagi pegawainya untuk melek bahasa Inggris mulai dari baca, nulis dan percakapan, kalau 600? ya tidak realistis," terangnya.

Andrinof sangat tegas mengkritik rencana Gita tersebut, menurutnya Gita terlalu menyamakan standar pribadinya dengan para pegawainya yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Dia kan mulai dari kecil sudah sering bolak-balik keluar negeri, dapat fasilitas sekolah yang tinggi dari orang tuanya ya jangan disamakan dengan pegawainya yang biasa-biasa saja apalagi yang dari desa," ucapnya.

"Dan kalaupun mau distandarkan TOEFL 500 lebih untuk para pegawainya, Gita harus menyediakan fasilitas pelatihan selama 3 (tiga) bulan, baru wajar kalau dia mau mewajibkan pegawainya berstandar bahasa asing (Inggris) tinggi," tegasnya.

Tahun 2012, Gita berencana akan meningkatkan jumlah pegawai yang menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000 pegawai termasuk pejabat teras atas.

Selain itu ditargetkan ada peningkatan jumlah pegawai berpendidikan S2 dan S3 sebesar 1.500 pegawai dan pelatihan intensif di bidang yang terkait dengan aktivitas perdagangan dalam dan luar negeri.

 
Actions: E-mail | Permalink | Comments (1) RSS comment feed | Bookmark and Share

Post Rating

Comments

Agus Hisyam
Wednesday, January 18, 2012 10:18 PM
Assalamualaikum,
Ma'af sebelumnya, izinkan sy sdikit bersharing.
Menurut sy kebijakan ini memeng sedikit kontroversial ada yg setuju & ada pula yang tidak setuju, tapi menrut sy jangan kita tanggapi dngn negatif dulu, coba berpikir & renungkan lagi. sudag saatny bangsa kita itu maju, jngan mau kita ktinggalan terus ama negara2 tetangga apalgi negara adikuasa. coba kita tanggapi kbijakan ini sbagai langkah bagus utk kita bisa terus belajar & bisa kuasai smua bahasa asing agar kita juga bisa bersaing.
ada ini info dari sy sekarang sudah ada lembagaLembaga Riset di bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Teknologi yang telah menciptakan metode terbaru & tercepat mnguasai smua bahasa asing & juga bergransi.dijamin dapat nilai TOEFL di atas 600. karena metode ini mengintehrasikan potensi otak kanan & kiri, otak sadar & bawah sadar, kemanuran senam otak, musik otak, lagu nyanyian & teknik-yehnik memory yang telah dikembangkan secara ilmiah & humanis. untuk info libih jelas bisa hubungi 087730354810 ( agus hisyam) atau 082111060668 ( Ibu Santi)
http://heglobalinstitute.com/

Post Comment

Name (required)

Email (required)

Website

Enter the code shown above:

 
Download TOEFL & TOAFL Result
News Archives
Gallery
DSC_0770.JPG
100_1083.JPG
100_0116.jpg
100_2098.jpg
 
Privacy Statement  |  Terms Of Use
© 2008-2012 Pusat Bahasa UIN Jakarta